• Pages

  • a

  • Archives

  • Blog Stats

    • 3,824 hits
  • Flickr Photos

    I'm in Chicago with my babe

    National Monument, Calton Hill

    347

    More Photos

Wajah Segar Menyapa Indonesia

dsc_3475.jpgdsc_3474.jpgdsc_3497.jpgdsc_3498.jpgdsc_3503.jpgdsc_3499.jpgdsc_3504.jpgdsc_3507.jpg

SOLO-Bagi pemerhati perkembangan berita di tanah air tentu tidak asing lagi dengan wajah Tina Talisa. Beberapa minggu terakhir senyum segarnya menghiasi layar kaca kita di saluran TVone setiap pagi. Mulai jam 06.30 hingga 08.00, Putri Indonesia Jawa Barat 2003 ini dan rekannya, Iwan Sudirwan membawakan berita-berita terhangat di Indonesia dalam Apa Kabar Indonesia.

Tina Talisa adalah bagian dari metamorfosa Lativi menjadi TVOne pada 14 Februari 2008. Dalam format barunya, Lativi nampak jelas merevolusi tayangan beritanya menjadi lebih menarik, interaktif dan cenderung informal. Kesan yang didapat pemirsa adalah sebuah tayangan yang informatif namun tidak cepat membuat kening berkerut.

Kerasnya kehidupan dan berbagai peristiwa yang tersaji dalam tayangan berita setiap hari, tentu membuat masyarakat makin lama jenuh. Setiap hari, menu kerusuhan, tawuran, bencana alam, penggusuran dan kejahatan kelas berat selalu hadir di rumah. Media TV-pun justru berlomba-lomba menayangkan karena peristiwa seperti itulah yang layak dijadikan berita utama. Semakin rusuh dan mengerikan semakin kuat nilai headline-nya.

Kesadaran akan hal ini mungkin menjadi pertimbangan utama perubahan format-format berita di TVone dan juga sebagian besar TV lain. Dalam waktu yang hampir bersamaan, semuanya berlomba mengemas tayangan berita menjadi lebih segar dan santai.

Semoga aroma kesegaran ini juga mampu mengubah wajah murung Indonesia dan menerbitkan harapan baru bagi kita, rakyatnya.

  

Pameran Foto Journalist in Frame : Jeruk Makan Jeruk !

dsc_3445.jpg 

SOLO- Jeruk makan jeruk. Mungkin itulah ungkapan yang paling tepat saat teman-teman wartawan menyaksikan pameran foto di lantai II Solo Grand Mall, Jl. Slamet Riyadi Solo pada tanggal 24 Februari – 4 Maret 2008. Mengapa? Karena 150 foto karya fotografer Jawa Pos Radar Solo, Anwar Mustafa ini mengabadikan “kelakuan” para wartawan selama melakukan peliputan.

 Terlepas dari istilah tersebut, pameran bertajuk Journalist in Frame ini mungkin baru pertama kali ada di Indonesia. Karena biasanya, para wartawanlah yang mengabadikan momen-momen penting bukan menjadi obyek seperti dalam pameran ini. Dengan bidikan yang jeli, Anwar mampu merekam para jurnalis dalam angle yang unik dan menyentuh.  

Selain digelar sebagai ajang silaturahmi antar insan pers dalam rangka Hari Pers Nasional (9 Februari), pameran ini memperlihatkan kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan jurnalis  untuk menjadi “mata” serta “telinga” rakyat yang tajam dan peka.

Beberapa foto dalam Journalist in Frame juga merupakan hasil jepretan jurnalis lain, perusahaan, instansi atau perorangan yang kebetulan sempat mengabadikan peliputan tanpa diketahui para wartawan.